Quotes
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2020
Teruntuk yang sedang patah... Tak apa jika ingin bersedih. Menangislah hingga lelah. Lalu, lihatlah masa depan yang lebih cerah. Impian, harapan, dan orang-orang yang harus dibahagiakan. Kau tak sendiri. Ada aku. Masih banyak yang mengalami hal sepertimu. Atau bahkan, masih ada yang lebih parah. Banyak kisah yang lebih tragis di luar sana. Mari bersama-bersama, bersuara melalui aksara. @Delight_Ayako
All Rights Reserved
#150
gunung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Let Me Love You Longer
  • Broken Soul (END ✔️)
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • Jangan Datang Hujan (TERBIT)
  • Diam
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Psikopat Digital? [End]
  • If we can together

Sebuah ratap untuk ia yang sudah enggan menetap. Tentang waktu yang tidak bisa diputar, dan sesal yang selalu membayang. Sebuah keluh kesah akan sebuah kepergian yang tidak akan kembali pulang. Tentang peluk yang selalu dirindukan, dan rasa yang sudah tersingkirkan walau kenang masih menghasilkan air mata di malam-malam penuh kemunafikan. Sebuah kumpulan prosa untuk jiwa yang terluka dengan sakit yang bahkan lebih setia dari sebuah janji cinta. Semua ini adalah perjalanan untuk membenci luka dan si pembuatnya, memarahi semesta dengan segala kekejamannya, menangisi diri dengan semua kemalangannya, dan sebuah percobaan untuk mengikhlaskan ia yang telah tiada dalam hari-hari yang kini terisi duka. Semua ini adalah Tentang Luka yang Begitu Setia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines