The Eternity Love

The Eternity Love

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku mencintainya dalam diam. Gencar memintanya pada Tuhan. Menyebut namanya di hadapan Tuhan. Merasa yakin, ragu, senang dan sedih sudah kulalui dalam perjalanan doaku hampir lima tahun ini. Hingga pada satu titik, aku merasa lelah dan hanya mengharap jawaban terbaik atas pintaku. Dan jawaban terbaiknya sudah terjawab. Dia meminang seorang gadis, namun itu bukan aku. Jawaban itu mengakhiri rasaku padanya. Sebelumnya aku pernah merasa sangat yakin bahwa dia adalah jodohku. Aku teringat akan doaku, "Jika ia jodohku, aku bersyukur. Jika dia bukan jodohku, aku bersyukur. Aku percaya, ketetapan-Nyalah yang terbaik." Namun terkadang melupakan seseorang yang pernah kucintai dengan begitu dalam tidak semudah mengatakannya. Bahkan hanya menatapnya saja hatiku bisa kembali terluka dan berdarah. Ya, mencintai seseorang yang hangat pada semua orang adalah lukaku. Berpikir dicintai dengan sepenuh hati nyatanya yang kuperoleh hanya air mata. Kita saling mencintai, namun untaian takdir tak pernah membawamu padaku. Bolehkah aku memaki Tuhan?? - Zee.
All Rights Reserved
#563
sadboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • Rainie ( END )
  • The Cold Husband✅
  • Assalamu'alaikum Bee
  • Pengantin Pengganti
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • playlist (completed)
  • MY BEST MISTAKE
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life

Edgar, nama itu mungkinkah akan selalu ada di hati? Atau akan terganti? Bagaimana jika dulu aku tak mengatakan kalimat itu, apa dia masih bersama ku? Bersama? Apa bisa di katakan bersama jika status saja tak ada? Edgar itu, cowok tengil yang membuat ku tak menyukainya. Apapun yang dia lakukan akan membuat ku jengkel berkepanjangan. Sampai tak menyadari jika dia membuat ku merasa nyaman. Ini bukan tentang aku yang sedang patah hati, bukan juga tentang aku yang bersama seorang pengganti, tapi ini tentang Edgar, cowok yang akan ku akui jika dia yang ku cintai. "Lalu bolehkah aku meminta untuk kembali ke masa lalu, mengatakan jika dia orang yang membuat ku merasakan kebahagiaan itu, juga orang yang ku cintai kala itu?" "Sayang itu hanya pertemuan yang mengisi ruang, bukan pertemuan yang berakhir kebahagiaan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines