Story cover for I AM ALONE by Doorlaane
I AM ALONE
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 01, 2020
~ AZKIA ADRIANA WILLIAM ~
Seorang gadis yang memiliki paras yang sangat cantik dan berasal dari keluarga yang terpandang dan keluarga yang berada. Gadis yang awalnya memiliki sifat yang ramah, ceria dan pandai bergaul tiba-tiba berubah menjadi sosok gadis yang tertutup, suka menyendiri dan bersikap sangat dingin.

Banyak orang beranggapan betapa sempurnanya hidup yang dia jalani selama ini. Memiliki orang tua dan seorang kakak yang sangat menyayanginya. Memiliki harta melimpah membuat dia bebas untuk memiliki semua yang dia mau. Kalian pasti menginginkan hidup yang sama seperti Azkia bukan??
Namun tidak dengan Azkia jika kalian ingin tahu. Hidupnya sangat jauh dari kata bahagia. Ditengah kehangatan keluarga itu nyatanya dia selalu sendirian. Semua perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya hanya tertuju kepada kakaknya, Adelia Adriana William.
All Rights Reserved
Sign up to add I AM ALONE to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
The Wolfe's Countdown cover
Marriage Accident cover
Our ribbon  cover
REGAN's Crazy Wife cover
CINTA NYATA  cover
BACKSTREET  cover
Change The Plot (Niel)   cover
𝕋𝕨𝕠 𝔻𝕖𝕒𝕥𝕙 [TERBIT] ✓ cover
Oneshoot 21+ JKT48 cover
Chana's Transmigrasi cover

The Wolfe's Countdown

38 parts Ongoing

Tanpa bicara sepatah kata pun, Axel berjalan menuju ranjang. Dia duduk di tepi kasur, memunggungi Lucia, lalu mulai melepas sepatunya. Lucia gemetar hebat. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus membantunya? Atau diam saja? Axel menoleh ke samping, menatap Lucia yang sedang memeluk lututnya sendiri seperti landak ketakutan. "Kenapa kau duduk di situ seperti patung?" tanya Axel, suaranya serak dan dalam. "S-saya... menunggu instruksi, Tuan," cicit Lucia. Axel mendengus. Dia berbaring telentang di kasur, mengambil tempat yang luas, menyisakan sedikit ruang untuk Lucia. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi. "Berbaring," perintah Axel.