Cinta nya Anak Majlis♡[END]

Cinta nya Anak Majlis♡[END]

  • WpView
    LECTURES 7,654
  • WpVote
    Votes 905
  • WpPart
    Chapitres 24
WpMetadataReadTerminé ven., sept. 18, 2020
[follow dulu kuy, jangan lupa votmen!] Berawal dari gadis yg sangat menyukai sholawat, hampir setiap jadwal ia datangi demi mendapatkan syafaat sang rosul -indina.zulfa Dia si vokalis sholawat, pengagum akhwat pecinta syafaat, selalu merindui ukhti yg mengucap shollu 'alaih -ahmad al ahkami Hingga mereka di satukan karna pertemuan di dalam majlis sholawat, akan kah mereka berjodoh? atau hanya sekedar menikmati waktu untuk bersama? Yuk akhi ukhti mari baca cerita ana, bila suka silahkan vote bila tidak komen saja nanti saya perbaiki Syukron yg sudah mau membaca, apa lagi yg vote tabarakallah:) Afwan bila ada persamaan tokoh, watak, alur itu tidak di sengaja karna murni pikiran ana sendiri #01-07-20 #24-07-20
Tous Droits Réservés
#253
cintapertama
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Perfect love Deal [Tamat]
  • Bright
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Love's Second Chapter [End]
  • HE IS, MY ?
  • Impian (REVISI)
  • Orang Biasa
  • Allisa✓ [Selesai]
  • Khaulah [SELESAI]

Nela rasa sejak Mama nya mengetahui sahabat gadis itu bahagia dengan suami dan anak kembar, membuat Mama ingin Nela segera menikah. Sehingga dengan terpaksa Nela menerima kesepakatan yang diajukan oleh Kiki untuk menghindari dirinya dari segala hal yang menyangkut tentang perjodohan yang mungkin akan terus dilakukan oleh Mama. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Kiki semakin lama terlihat semakin berbeda. Seakan bukan laki-laki yang bertemu dengannya pertama kali dirumah sakit ataupun laki-laki acuh yang mengajukan kesepakatan malam itu. Sehingga Nela takut akan jatuh kedalam pesona laki-laki itu. Hingga pada akhirnya satu kalimat sakral itu meluncur dari mulut Nela. "Ayo kita menikah, Bang." Kedua sudut bibir Kiki terangkat. "Dengan satu syarat!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu