S A Y A

S A Y A

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Soal masa depan. Sungguh, aku tidak tahu akan seperti apa. Tapi, melihat bagaimana perjuangan itu dimulai, babak akhir yang akan terus menjadi awal babak yang baru, rasa-rasanya bisa digapai. Kalaupun belum, setidaknya, aku sudah melahirkan rasa percaya. Buatku, percaya menjadi hal paling memuaskan ketika seseorang punya mimpi. Meski pada ujungnya hanya sekedar ekspektasi tanpa perwujudan, memilih untuk percaya jauh lebih baik dari pada harus terkungkung dengan pesimistik. Misteri masa depan sungguh diselimuti oleh keraguan sesuatu yang tidak pasti, dan kebebasan berpeluang. Yang entah memihak atau tidak. Tapi, lagi dan lagi. Memilih untuk percaya dengan hal baik yang kelak akan terjadi adalah satu-satunya pilihan paling bijaksana. Semoga, setiap hal baik selalu memihak, dan tuhan meridhoi. #SAYA #semogainiawalyangbaik #aamiin
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Everything Happens for a Reason
  • DANDELION
  • JAGRATARA!! (REVISI)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines