Mau Tapi Malu (PINDAH KE FIZZO)

Mau Tapi Malu (PINDAH KE FIZZO)

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"apa Lo liat-liat?! Punya masalah hidup apa Lo sama gue?" Cowok berperawakan jangkung yang kini tengah berjalan di koridor merasa risi di lihat seorang gadis dengan tatapan seperti ingin memakan nya. Kedua bola matanya yang melotot nyaris keluar. "Muka Lo ngeselin!" Setelah puas dengan ucapannya, gadis itu pergi melengos. Ia terbelalak mendengar ucapan yang begitu sangat ringan yang keluar dari mulut gadis itu. "Dih! Muka ganteng gini. Siapa sih tuh cewek, harus banget periksa mata kek nya." ** Pertemuan yang berawal dari tatapan. Seperti halnya cinta dari mata turun ke hati. Cerita ini sedikit berbeda dari semua ceritaku. Jadi please butuh sport dari kalian🤗
All Rights Reserved
#389
galak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • ALSTARAN [END]
  • My Little Monster - Completed
  • AFIKA [ END✔ ]
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • CACING PITA
  • Angelista Geavano [Completed]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • KEYNANDO™ ✔

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines