Kin ; Mising Light

Kin ; Mising Light

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 12, 2023
Saat aku kecil aku kira semua orang terlahir sepertiku.Aku pikir dunia adalah hitam dan gelap. Tapi akhirnya aku tahu yang sebenarnya,kalau akulah yang berbeda.Kenapa aku tak seperti anak yang lainnya? Aku juga ingin seperti mereka.Aku ingin tahu seperti apa bentuk pelangi, separti apa bulan dan bintang. Dan aku ingin tahu bagaimana terangnya matahari" cerita Kin padaku. "Kin, pelangi itu bentuknya seperti setengah lingkaran yang membentang diatas langit. Diadalamnya ada perpaduan beberapa warna.Ada warna merah, kuning,jingga,hijau,biru,dan ungu." Kin seperti tak puas mende-ngar jawabanku. "Percuma saja!"katanya. "Apanya yang percuma?" tanyaku pada Kin. "Seharusnya Aku tahu semua ini hanya sia-sia saja.Aku tak pernah melihat warna-warna itu.Aku tak tahu seperti apa itu merah,kuning,biru.Mana mungkin aku bisa membayangkan pelangi itu seperti apa?"Ucap Kin sedih.
All Rights Reserved
#24
terbalas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • To Be Loved
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Auristela
  • Pelangi sehabis hujan
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • langit biru
  • Memories in Moon
  • Astagfirullah, Alzam! (End)

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines