The greedy boy is mine

The greedy boy is mine

  • WpView
    Reads 718
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tak tau mengapa hidupku seperti ini, aku hanya gadis polos biasa yang bercita cita ingin meluluskan kuliahku. Dia datang, dan aku mulai mencintainya. ------------------- "you are mine!" Mark menatapku tajam dengan rahang yang mengetat sambil mempercepat kocokan jarinya di kewanitaanku. "no...you are stranger...aghhhhh....." aku mengeram, menolak semua kata katanya, ini tak masuk akal! Aku tak dapat berpikir, selain karena aku tak mengenalnya, kocokan cepat di kewanitaanku membuatku melayang layang kenikmatan "ah...ah.. agh..auh...emphhh.... sthooophhh ahhh..hahhhh stoooophhhh hmmm" aku ingin menolak. Tapi yang keluar dari mulut sialan ini adalah desahan, kenikmatan yang membuatku melayang. "kau tau, gadis yang pertama kali mendapatkan kenikmatan dariku adalah milikku!" ujarnya seraya mencabut jarinya dari kewanitaanku, membawanya kedalam mulutnya sambil menjilatnya sebentar, lalu mencuri ciuman dariku dan pergi. Detik itu aku tau aku tak akan aman. ---------- Perhatian!!! Ini termasuk cerita dewasa. Perhatikan umur anda. Start. 29/06/20
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • iL Legame (tamat)
  • Mirea Revenge
  • Mental Disease
  • Bound by Vows, Forged by Fate [On Going]
  • EGOISM
  • I Love You My Soulmate [COMPLETED]
  • I AM SYLVIE (completed)

Pintu di depanku berderit perlahan, bersamaan dengan daun pintunya yang membuka sedikit demi sedikit. Menyembulkan sosok cowok bertubuh tinggi berkulit kuning langsat, berhidung mancung, bermata tajam serta beralis lebat. Sebelah kiri telinga cowok itu terpasang tindik kecil. Melihatku, dia sama sekali tak berekspresi, datar-datar saja. tak terlihat terganggu ataupun marah. Justru aku yang merasa sedikit gugup, berkali-kali ku remas ujung gaun tidur yang kupakai untuk menghalau degup. Degup yang datang tiba-tiba saat mata tajamnya menatapku dengan cara seperti itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines