Si Gendut

Si Gendut

  • WpView
    LECTURAS 102,881
  • WpVote
    Votos 7,421
  • WpPart
    Partes 29
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, nov 4, 2021
"Sekarang Fia tanya sama kalian bertiga.Apa tujuan kalian sembuyiin ini semua dari Fia, Ini Hal besar ma, pa nggak seharusnya disembunyikan kayak gini. Kalo Fia nggak boleh tau Fika juga nggak harus dikasih tau kayak gini. Dengan mama banding bandingin fia terus sama fika,mama bisa tutupin semuanya dari Fia" "kak fika tau ini semua, sendiri tanpa dikasih tau mama atau papa"jelas fika dengan berusaha memegang tanganku namun segera ku tepis. "Fia nggak gitu, Papa takut kamu pergi ninggalin kita,kamu akan benci sama kita,maafin papa sayang" dan akhirnya papa membuka suara meyakinkanku. "Kalian egois, kalian egois apa dengan sembunyiin rahasia besar kayak gini membuat fia nggak benci kalian. Kalo kalian semua jujur dari awal fia bisa terima tapi apa yang terjadi..akhhh sudahlah fia Capek dengan semua drama ini"Ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan keluarganya menuju kamar. Gadis Gendut yang selalu Ceria meskipun banyak masalah dan kesedihan dikehidupannya. Selalu dibanding bandingkan dengan adik kembarnya dan dibully dengan lelaki dingin dan arrogan karna fisik yang dimilikinya. Alfia Rahma Herdiansyah dan ini kisahnya... "CERITA INI MURNI IMAJINASI AUTHOR SENDIRI " #1 Bodyshaming 4/09/2020
Todos los derechos reservados
#214
pembullyan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  •  FIGURAN ARZEV
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • GREENSTA [END]
  • ALGENTA
  • Venganza✔
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido