Biarkan Semesta Bercanda

Biarkan Semesta Bercanda

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 27, 2021
didalam dada dan kepala kami riuh di tengah kesepian, kami sepi ditengah keriuhan. kami adalah sahabat yang selalu mengerti antara jiwa dan raga. Rasa dan Logika. saya menuliskan beberapa bait kata hanya untuk merefleksikan rasa, mengingat pentingnya menjaga, merasakan kehilangan, mati rasa oleh cinta yang ku tanam. rasanya masih begitu hangat perih itu, andai kalian tahu ketika saya menuliskan ini saja berdenyut nyeri di dada. aku tahu dengan pasti anugrah yang tuhan turunkan ini maka dari itu aku tidak akan melakukan hal yang sama prihal jerit perih yang pernah aku alami. Bukan mengungkit-ungkit kesalahan tapi ini hanya untuk pembelajaran.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • My Quuen is Bad Gril
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Air Mata Cinta
  • After My Prayed
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Give Me Your HUG(END)✅
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines