Tahun ajaran baru seharusnya berjalan biasa saja.
Tapi satu langkah terlambat, satu seragam yang salah, dan dua pertemuan tak terduga membuat Airys perlahan sadar: hidupnya tidak akan lagi sama.
Di sekolah yang riuh tetapi terasa dingin di sudut-sudutnya, Airys, Zerlio, dan Raven mulai saling menemukan melalui cara yang paling pelan-tawa kecil, pertengkaran konyol, dan diam yang menyimpan banyak arti.
Di sekitar mereka, ada sahabat yang terlalu keras pada dirinya sendiri.
Ada seseorang yang hangat tetapi memendam sesuatu.
Ada keluarga yang belum selesai berdamai.
Dan ada rahasia lama yang terus bergetar di balik pintu yang tak pernah dibuka.
Ketika persahabatan, keluarga, dan perasaan yang tumbuh diam-diam mulai saling bertabrakan, satu per satu hal yang tidak pernah diucapkan perlahan mencari jalan keluar.
Semuanya menunggu keberanian seseorang untuk memulai kata pertama.
Di tengah semua itu, Airys belajar bahwa tumbuh bukan soal nilai rapor atau siapa yang paling kuat bertahan.
Tumbuh adalah berani mendengar hal-hal yang tak pernah terucap-baik dari orang lain maupun dari diri sendiri.
Dan terkadang... satu percakapan kecil saja cukup untuk mengubah segalanya.
Seandainya mereka bicara, apakah arah hidup mereka tetap sama?
Todos los derechos reservados