Marriage Insurance

Marriage Insurance

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 27, 2020
Tiga bulan lagi aku menikah. Tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan hidupku hingga pada titik ini. Mungkin menikah sebenarnya merupakan hal yang baik bagiku yang bisanya hanya bergantung pada orang tua dan terlalu pemilih dalam memilih jalan hidup. / Dimas harus menikahi teman sekelas yang tidak begitu dekat dengannya karena suatu alasan. Dia pikir pasti ada sebuah alasan dibalik keputusan orang tuanya yang tiba-tiba itu. Tetapi, Dimas mengenal orang tuanya dan mereka adalah jenis yang tidak pernah merencanakan sesuatu secara ceroboh serta sangat gegabah dan tiba-tiba. Dia tidak bisa menolaknya, karena mereka mengancam untuk mencabut biaya kuliahnya jika ia tidak menikahi Chelsea. Keduanya sama-sama delapan belas tahun. Mereka berdua sama-sama tidak mengetahui apa-apa tentang dunia yang begitu rumit. Namun, mereka harus menikah karena suatu alasan yang lebih besar dari apa yang hanya sekedar menjadi jawaban untuk diri masing-masing. / ***Peringatan konten dewasa minor seperti merokok.*** All Rights Reserved to @azetzet | 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Julian Untuk Jihan [COMPLETED]
  • REGATHAN [END]
  • u n f a i t h f u l [✔️]
  • After Second Marriage(Completed)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Bittersweet Love
  • Bad Luck!
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • The Day You Came [END]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines