We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diary Khansa

Diary Khansa

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 28, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Namaku Khansa Almira, usiaku genap tujuh belas tahun bulan Juli nanti. Aku adalah bungsu dari tiga bersaudara. Sejak bunda memberiku sebuah Diary berwarna merah muda di hari ulang tahunku yang ke sepuluh, aku jadi senang menulis apa saja di buku itu. Akhirnya setiap tahun aku meminta bunda untuk memberikan kado yang sama dengan sampul motif yang berbeda. Dalam diary itu kutuliskan berbagai kisahku dengan keajaiban di dalamnya.
All Rights Reserved
#58
catatanharian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Home Lost in This House
  • Brian,cinta pertamaku
  • Anak twins Gus tampan.
  • MY LIFE ( ON GOING )
  • Cinta Untuk Elza | End
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Kisah Kasih Adinda
  • ATHARLA [REVISI]
  • The Young Marriage [SALSHABILAADR & ALVAROMALDINI]
  • Our Promise✓

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines