SUDUT CERAH

SUDUT CERAH

  • WpView
    LECTURES 146
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 29, 2020
'Jika harimu di ikuti awan mendung, apa yang akan kamu lakukan? Aku merasakannya setiap hari. Yang kulakukan hanyalah menunduk. Sebenarnya tiada salahnya mengangkat sedikit kepala, memandang lurus kedepan. tidak menoleh ke samping, berjalan mengikuti arah kemauan mu. Kesempatan itu tidak datang dua kali. Manfaatkan lah kesempatan itu. Waktu akan menemanimu' Aileen seorang gadis remaja yang jalan hidupnya seperti diikuti awan mendung, banyak hal buruk yang terjadi pada dirinya. Hingga ia bisa mengubah jalan hidupnya sedikit demi sedikit semenjak ia menemukan sebuah benda misterius. Namun, ada syarat tertentu yang harus dilakukan nya agar benda yang di temukan nya itu bisa ia gunakan. 'Apa benda misterius itu??' 'Mau tau apa kisah dari cerita ini? Yuk klik 'Baca/lanjutkan'
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • Introverts to Extroverts
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Important Figuran (END)
  • REX-Nya ALA [TERBIT]
  • Evans life at School
  • Evanescent

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu