Sebuah Tulisan

Sebuah Tulisan

  • WpView
    Reads 1,355
  • WpVote
    Votes 516
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
Aku seorang gadis penyendiri. Tak pandai bercerita kepada makhluk yang ada di bumi. Selalu menahan diri karena tak ada yang memahami. Maka, untuk mengungkapkan semua isi hati terciptalah tulisan ini. Hanya dengan sebuah tulisan dapat memberikan ketenangan. Mungkin dapat mewakilkan sebagian perasaan perempuan lainnya. Karena rasa tak sanggup untuk dilisankan, maka tulisanlah yang berperan. Semua kepedihan, kekalutan, amarah, dan semua rasa lainnya tertuang dalam tulisan ini. ini rasaku, ceritaku, dan isi hatiku yang tertuang dalam sebuah tulisan. Yang mungkin juga mampu mewakilkan rasamu, ceritamu, dan isi hatimu. Selamat menikmati.
All Rights Reserved
#3
karyapuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Seuntai Kata Untuk Rangga
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • {PERKATA} Selesai
  • Can You Give Me One More Chanche
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines