Terserah Mas

Terserah Mas

  • WpView
    Reads 84,173
  • WpVote
    Votes 4,775
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
"Kita nikah dalam waktu dekat ya dek?" ucap Diaz dengan lantang. Mendengar hal itu sontak membuat Tesa membeku seketika. Mencerna apa yang dikatakan pria dihadapannya ini. Tesa masih melongo dan tidak bisa menjawab apa-apa. "Umur mas udah pantes buat nikah, mas udah mapan, mas juga udah punya pekerjaan yang bisa buat biayain kamu kuliah, apalagi yang mas kejar selain menjalin hubungan yang serius? Kita nggak bisa selamanya kayak gini," ucap Diaz lagi. "Tapi kan mas-," jawab Tesa. "Dari awal mas nggak mau pacaran-pacaran berarti mas udah serius sama kamu. Kamu paham kan?" "Bukan masalah paham atau nggaknya mas tapi masalah kesiapan mental kita berdua. Mas kenapa ngomong tiba-tiba kayak gini? Pernikahan nggak semudah yang kita bayangin mas, banyak pertimbangan yang harus diambil," jelas Tesa. Ia tidak mau tergesa-gesa. Ini menyangkut dengan masa depannya. Bagaimana bisa ia akan mengambil sebuah keputusan yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. "Apalagi yang harus dipertimbangin? Apalagi? Mas udah mapan, yang mas kejar sekarang adalah target buat nikah," ucap Diaz dengan lantang. "Mas. Asal kamu tau ya, nikah itu bukan untuk mengejar target umur yang udah pantes buat nikah, bukan masalah mas udah mapan dan bisa biayain aku. Nikah itu harus dipersiapkan dengan matang mas, kesiapan mental itu juga perlu dan banyak lagi yang perlu disiapin. Mas bilang kayak gini emangnya mas tau kalau aku udah siap? Aku bukannya nggak setuju atau gimana, tapi ini terlalu cepat mas," jelas Tesa. "Kamu nolak mas?" "Bukan gitu-," "Ya terus apa?" sentak Diaz. "Terserah mas," jawab Tesa mengalah. Menjelaskan berbagai hal pun nggak akan mengubah keadaan saat ini. Diaz masih kekeh dengan ucapannya.
All Rights Reserved
#403
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Aturan Anti Cinta
  • My Life With Him [End]
  • Our Marriage
  • DIKANESHA
  • Terjebak Cinta
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines