Terserah Mas

Terserah Mas

  • WpView
    Reads 84,268
  • WpVote
    Votes 4,775
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kita nikah dalam waktu dekat ya dek?" ucap Diaz dengan lantang. Mendengar hal itu sontak membuat Tesa membeku seketika. Mencerna apa yang dikatakan pria dihadapannya ini. Tesa masih melongo dan tidak bisa menjawab apa-apa. "Umur mas udah pantes buat nikah, mas udah mapan, mas juga udah punya pekerjaan yang bisa buat biayain kamu kuliah, apalagi yang mas kejar selain menjalin hubungan yang serius? Kita nggak bisa selamanya kayak gini," ucap Diaz lagi. "Tapi kan mas-," jawab Tesa. "Dari awal mas nggak mau pacaran-pacaran berarti mas udah serius sama kamu. Kamu paham kan?" "Bukan masalah paham atau nggaknya mas tapi masalah kesiapan mental kita berdua. Mas kenapa ngomong tiba-tiba kayak gini? Pernikahan nggak semudah yang kita bayangin mas, banyak pertimbangan yang harus diambil," jelas Tesa. Ia tidak mau tergesa-gesa. Ini menyangkut dengan masa depannya. Bagaimana bisa ia akan mengambil sebuah keputusan yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. "Apalagi yang harus dipertimbangin? Apalagi? Mas udah mapan, yang mas kejar sekarang adalah target buat nikah," ucap Diaz dengan lantang. "Mas. Asal kamu tau ya, nikah itu bukan untuk mengejar target umur yang udah pantes buat nikah, bukan masalah mas udah mapan dan bisa biayain aku. Nikah itu harus dipersiapkan dengan matang mas, kesiapan mental itu juga perlu dan banyak lagi yang perlu disiapin. Mas bilang kayak gini emangnya mas tau kalau aku udah siap? Aku bukannya nggak setuju atau gimana, tapi ini terlalu cepat mas," jelas Tesa. "Kamu nolak mas?" "Bukan gitu-," "Ya terus apa?" sentak Diaz. "Terserah mas," jawab Tesa mengalah. Menjelaskan berbagai hal pun nggak akan mengubah keadaan saat ini. Diaz masih kekeh dengan ucapannya.
All Rights Reserved
#778
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mantan Terindah
  • Aturan Anti Cinta
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • THE CLIMB [Completed]
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Belum Siap
  • Dijodohin ✔ [COMPLETED]
  • GILANG ABRAHAM
  • My Life With Him [End]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)

Sebuah siksaan yang berat bagi Bagas untuk mengabaikan ketertarikan fisik terhadap mantannya, Nessa, yang saat ini berkali-kali lebih cantik dari Nessa yang dulu pernah ia kenal. Namun, prinsip mereka yang sejak dulu menjadi jurang pemisah diantara mereka rupanya tak lekang oleh waktu, walau ketertarikan diantara mereka sangat sulit mereka lawan. Bagas yang menganut budaya Barat, sementara Nessa yang menjunjung tinggi budaya Timur. Mungkinkah bisa bersatu? *** "Mungkin, aku tidak akan pernah bisa memberikan apa yang kamu inginkan, Nessa. Karena seperti yang kamu tahu aku tidak tertarik dengan komitmen dan sama sekali tidak meyakini sebuah mitos bernama cinta." "Kalau begitu, lepaskan pelukanmu biarkan aku pergi sekarang juga." "Itulah masalahnya Nessa, aku tidak ingin kamu pergi, mungkin sedikit egois, tapi itulah kenyataanya," "Bukan sedikit tapi sangat, sangat egois, Bagas. Kamu menginginkan tubuhku, menginginkan aku selalu di dekatmu dan melarang siapa pun mendekatiku, tapi kamu tidak tertarik untuk memilikiku." "Apakah seminggu ini, sikapku padamu kurang meyakinkanmu kalau aku sangat tertarik untuk memilikimu?" "Aku hanya melihat, keegoisanmu." "Tentu saja aku ingin memilikimu, Nessa. Bukankah aku pernah berkata padamu kalau aku akan memilikimu sesuai dengan keinginanku. Sekarang jika kamu ingin kita saling memiliki, maka terimalah tawaranku. Jangan pernah gunakan perasaanmu dalam hubungan ini, kita tinggal nikmati saja kebersamaan kita. Jangan pikirkan hari esok, cinta dan pernikahan. Tidak ada kesenangan yang menjanjikan dalam kehidupan seperti itu," "Aku pun bersedia menjadi milikmu, tapi 'memiliki' dalam versi aku, yaitu saling memiliki yang diawali dengan cinta dan pernikahan, karena kata 'memiliki' versimu, bukan definisi yang aku inginkan." kata-kata Nessa tegas dan mantap, niat untuk membawa Bagas pada prinsipnya kembali berkobar, walau tidak yakin akan berhasil tapi ia akan tetap mencobanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines