SLOWLY FOR THE BULLY✔

SLOWLY FOR THE BULLY✔

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Kisah nyata yang dialami oleh remaja bernama ayushita(ayu) yang mencoba bertahan dari Penindasan, perundungan, perisakan yang terjadi di lingkungan dan di sekolah. Ia mengalami bullying sejak sd sampai sekarang remaja.Gadis kecil yang berusia 17 tahun ini harus bangkit dengan cara nya sendiri dari jerit bullying dari orang orang di sekitarnya.. Akan kah ayu akan bersemangat ketika bertemu laki laki pujaan hatinya?ataukah dari benci menjadi cinta? Cerita ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan dalam cerita itu hanya kebetulan tanpa sengaja..cerita ini hanya karangan penulis . HAPPY READING♥
All Rights Reserved
#59
terbagus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • SYELA DAN LUKANYA |END|
  • The love of the geng leader
  • Back For Me (Completed)
  • Sejenak Luka
  • BUNGA TERAKHIR [REVISI]
  • Khazia
  • Ay & Ar
  • DENNIES

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines