why is happiness not on my side?

why is happiness not on my side?

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
Davina alaxandra seorang anak perempuan yang mengalami broken home sejak ia umur 3. Davina selalu menutupi kesedihannya di depan teman keluarga bahkan orang² sekitarnya. Davina memiliki 4 sahabat yang selalu menemani nya, yang pertama bernama Adiba chairunnisa cewek yang nasib nya sama dengan Davina ia cukup pintar dalam pelajaran, baik,dan orang nya friendly, yang kedua nama nya Afifah ikliah anak yang termasuk keluarga harmonis, cukup pintar dalam pelajaran juga, banyak di gemari oleh cowok, dan pintar mengaji, yang ketiga nama nya Jasmin parisya cewek bertubuh gemuk, cantik, anak KPop, dan dia lah yang banyak uang dibandingkan yang lainnya, yang keempat bernama safbrina tahsina seorang cewek yang pintar,tinggi,dan lebih banyak kelebihannya di bandingkan yang lainnya,
All Rights Reserved
#581
umum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Daniel Owns Me
  • Caramu mencintaiku.
  • Kisah kita indah tapi singkat
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • ARAKHA
  • Sahabat till Jannah
  • Adelaida the winner.
  • Setulus Cinta Alesha

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines