Bintang Dan Senja

Bintang Dan Senja

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 10, 2020
Benar kata orang. Tidak mungkin bisa bersahabat dengan laki-laki akan berjalan mulus. Naif jika mereka bilang tidak memiliki perasaan sama sekali. Sama halnya dengan Senja. Gadis yatim piatu, yang sudah lama memiliki perasaan kepada sahabat kecilnya. Bintang memiliki tahta tertinggi dihatinya setelah orang tuanya. Dia akan melakukan apapun demi cintanya. Bagaimana kelanjutanya? Apakah senja mampu mendapatkan cinta pertamanya, atau tidak. Simak kisah mereka.
All Rights Reserved
#31
garuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Fate In You (COMPLETED)
  • Diary [COMPLETED]
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • DIZAH (Dika & Zahra) [END]✔
  • Langit Senja [end]
  • Langit.
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • FRIENDzone (Completed)

(Beberapa Part cerita diprivate, follow untuk membaca selengkapnya) Ini tentang kemampuan untuk menjaga hati. Ini tentang senja yang selalu pergi namun tetap kembali. Ini tentang hadirnya bintang selepas senja menghilang. Ini tentang kenyamananku berada diantara senja dan juga bintang. Jika aku diberi kesempatan untuk memilih, mungkin aku memilih untuk tidak. Karena egoku memaksaku untuk bersama keduanya. "Entah aku harus bahagia atau seperti apa, ketika selalu ada BINTANG selepas SENJA menghilang." ~Afanin Nahda Huwaida Hikam~ "Mengapa harus menyukai senja? Dia hanyalah bayangan cahaya orange yang tersamarkan dan akan menghilang dan tenggelam oleh sinar bintang." ~Mikael Al-Steve~ "Aku tak ingin menjadi senja, aku tak ingin menjadi langit, aku tak ingin menjadi bintang. Aku tak sedang menunggu, aku juga tak pula ditunggu. Aku hanya ingin menjadi AKU, dan aku hanya sedang memantaskan diri, bukan dinanti atau pun menanti." ~Athafaris Adnan Oktarian~

More details
WpActionLinkContent Guidelines