Allea (End)

Allea (End)

  • WpView
    Reads 2,079
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 29, 2025
Nama siswi itu adalah Allea Raspati, anak kelas X IPA 5. Cantik, baik, ramah, cerewet. Sudah lama ia mengagumi kapten basket sekolahnya itu. Namun, Allea belum memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. "Kalau lo beneran suka sama dia, ungkapin. Biar dia tahu perasaan lo, biar lo juga tahu perasaan dia ke lo," ucap Gabby yang berdiri di samping Allea. Allea mengangguk kecil, tatapannya tak lepas dari kapten basket itu. "Iya, By. Gue bakal coba buat ungkapin perasaan gue." Dan mulai hari itu ... Allea akan berjuang mendapatkan hati sang kapten basket.
All Rights Reserved
#15
cewekngejarcowok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain's Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines