Merayakan Kesunyian

Merayakan Kesunyian

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Rizki sebagai tokoh utama melalui perjalanan spiritual. Beberapa manusia menjadi bahagia dan menderita karena keinginannya. Beberapa orang mengatakan bahwa ketika seseorang sudah tidak memiliki keinginan maka ia sudah melampaui dewa-dewa. Iya, katanya tapi bagiku itu terasa sedikit aneh, karena aku mengalaminya. Aku hidup dan merayakannya, tidak pernah terpikir untuk mengakhiri hidup tetapi anehnya aku sudah tidak punya keinginan dalam hidup. Aku telah melampaui keinginan-keinginan. Telah tak terhitung berapa buku filsafat dan tasawuf yang aku baca. Dulu, aku ingin hidup bijaksana dengan mempelajari filsafat. Dulu, aku ingin menjadi bijaksana dalam mengendalikan keinginan. Pada saat ini aku justru tersiksa karena bingung, karena aku tak tahu harus menginginkan apa. Keinginan menjadi suatu hal yang tak penting bagiku. Ada sesuatu dari dalam diriku yang entah mengapa selalu merasa cukup dengan apapun yang terjadi, sehingga aku mengingkari apa yang aku inginkan hingga akhirnya merasa terbiasa. Aku merasa bahwa tak ada yang layak untuk diinginkan. Jemariku kemudian bergerak dengan sendirinya tanpa harus menunggu inspirasi-inspirasi dalam hati dan pikiranku. Sesekali aku memaksa jemariku untuk berhenti menuliskan cerita ini tetapi jemariku tetap bergerak begitu saja dan menceritakan keluhannya kepadamu yang membaca kisahku ini. Aku ceritakan padamu bagaimana seseorang bisa merayakan kepedihan sama nikmatnya dengan menikmati kebahagiaan. Pelaku sunyi sudah pasti mengetahui, siapapun yang menapaki jalan sunyi akan merayakan sunyi.
All Rights Reserved
#64
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • First And Last
  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Reason (✔)
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • You Are My Sunshine ✔️
  • Jejak Sunyi Wira

PRIVATE Ketika semuanya kembali seperti masa lalu, ketika kisah lampau terbuka kembali dengan segenap kekuatan untuk saling bersama sirna bersama derasnya angin perpisahan Orang ketiga Lagi - lagi kekuatan cinta diuji oleh orang tersebut. Namun, banyak hal berbeda, kini bukan Irene lah yang menjadi yang ketiga namun Ia yang diduakan, dulu Ia adalah perebut namun sekarang miliknya lah yang direbut. Apakah ini karma? Entahlah hubungannya bersama Taehyung seperti berada di ujung tanduk tatkala Ia meningat dulu pada akhirnya Taehyung memilih Irene, memilih sang wanita kedua dan meninggalkan yang pertama. Ketakutan Irene semakin menjadi ketika Taehyung bersama gadis lain, bagaimana nasib pernikahan ataupun putra mereka? Akankah mereka akan tetap bersama ataukah mereka akan terpisah karena keegoisan mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab segalanya.Tentang bagaimana mereka berusaha menggenggam ataupun tentang bagaimana mereka saling melepaskan. "Setelah kata kita berpisah, maka tetaplah tuk kejar kebahagiaan walau bukan aku dan kau yang menjadi porosnya melainkan dirimu dan dirinya lah, ketika itu perlahan aku akan mundur bersama jutaan kenangan yang kita ukir bersama" -Bae Irene "Mencintai dirimu dan dirinya adalah bagian hidupku, aku sadar aku egois untuk kalian namun tak ada satupun yang bisa kupilih, hati ini ingin kalian bukan dirimu atau dirinya" -Kim Taehyung "Apakah salah jika aku mencintai dirinya? bukankah semua orang berhak mencintai dan dicintai? Aku dan dia akan selalu bersama karena kita saling mencintai?" -Ryu Sujeong "Apakah tak sedikitpun peluang diriku di hatimu? kupikir akulah yang jauh lebih layak bersama dirimu karena aku menjanjikan bahagiamu bukan membuatmu menitihkan luka layaknya yang Ia lakukan" -Kim Mingyu "Dulu aku pernah berusaha memperjuangkan dirimu namun kau lah yang melepas diriku. Tenang saja posisimu di hatiku tak berubah sedikitpun namun dirikulah yang berubah karena aku takkan menggapaimu" -Kim Taeyong

More details
WpActionLinkContent Guidelines