Story cover for HAI CAKRAWALA by tilamichuuu
HAI CAKRAWALA
  • WpView
    Membaca 11,565
  • WpVote
    Vote 925
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 11,565
  • WpVote
    Vote 925
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Jul 03, 2020
Tentangmu akan menjadi part paling panjang dalam kisah yang aku tuliskan.
Barangkali memilikimu adalah ketidakmungkinan, mungkin mengabadikanmu adalah satu- satunya jalan.
Andaikata tentangmu dan langit senja kala itu
tak akan pernah kembali, setidaknya aku bisa mengulanginya, lewat tulisan ini misalnya.

- Renjana Atma Arunika.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan HAI CAKRAWALA ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#38gerald
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Aksa Amerta oleh Sepienite_
61 bab Lengkap Dewasa
"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.
DAKSA [END] oleh StarNight_SF
46 bab Lengkap
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] PART MASIH LENGKAP! "Kemana tadi?" Daksa yang mendengar pertanyaan Kara jadi gugup dan bingung harus jawab apa "JAWAB!" ucap Kara dengan nada yang lebih tinggi "Tadi habis..habis...habis..anu..itu..." jawab Daksa bingung dan menggaruk pipinya yang tidak gatal "Jawab jujur atau gue lebih marah" "Tadi gue habis nganterin Elsa belanja ke mall, gue mau nolak sebenernya tapi dia ngancem putus" Kara yang mendengar itu menghebuskan nafas kasar Daksa Pramudya Aksara, laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini memiliki sifat dingin,ganas,cuek,tapi kalau udah ada pawangnya jinak. Daksa adalah salah satu murid nakal sekaligus berprestasi disekolahnya. Daksa memiliki sahabat perempuan yang sangat ia jaga,kalau ada yang ganggu sahabat kesayangannya ini, jangan harap bisa selamat dari amukan Daksa Karana Anastasya Rajendra, perempuan yang masih duduk di kelas 2 SMA ini memiliki sifat yang jutek, galak, tapi penyabar dan penyayang, apa lagi kalau udah berhadapan sama sifat sahabat laki-lakinya itu. Cuma Kara yang bisa jinakin sahabatnya ini. Banyak yang berfikir kalau hubungan Daksa dan Kara lebih dari sekedar sahabat. Tapi keduanya tidak mempedulikan itu, mereka hanya berteman dan mengangap hubungan mereka seperti adik-kakak. Tapi.... tidak ada yang tahukan kedepannya bagaimana Masalah yang datang di hubungan mereka membuat mereka menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.... Gambar di cerita : Pinterest Publish : 25/06/21 End. : 18/10/21 TAHAP REVISI REPOST : 11/11/21 SELESAI : 11/12/21 [DON'T COPY MY STORY!!] 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Become an Extra or Main Character [END] oleh abcde_zzZZ
36 bab Lengkap
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Awan Abu-Abu [END] cover
Senja Yang Sunyi  cover
METAFORA WAKTU  cover
Nostagia dalam perjalanan  cover
When Two Hearts Collide  cover
Aksa Amerta cover
DAKSA [END] cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
PENA ASMARA | TAMAT✅ cover

Awan Abu-Abu [END]

29 bab Lengkap

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni