We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
a half time about hope

a half time about hope

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
Seorang gadis muda memasuki ruangan monokrom yang sudah lama tak dikunjunginya. Netranya terpaku pada suatu piano yang usang, perlahan ia melangkahkan kaki dan mengusap debu tebal yang berada pada lid piano tersebut lalu membukanya. Perlahan jemari kecilnya mulai menekan tuts piano yang mengalunkan Nocturne in E-Flat Major Op. 9 No. 2. Hening yang merebak membuat gema di seluruh ruangan dan tanpa sadar permainannya mengundang seorang lelaki yang masuk ke dalam ruangan hitam putih itu. Lelaki itu tampak sedikit terkejut ketika menemukan siapa pemain alunan yang membawa langkahnya kemari. Cukup lama ia berdiri tanpa berniat mendekat, hingga tak sadar bahwa gadis itu sudah menyelesaikan permainannya. "Gar, apa arti kita bagimu?" "Karena bagiku, sekalipun kita terpisah jauh kita akan kembali lagi, bertemu lagi, kemudian berkisah lagi." "Ra, pertanyaan itu sudah berulang kali kamu tanyakan. Bukannya sudah kubilang, bahwa kata 'kita' saja sudah menjadi pernyataan sekaligus pertanyaan yang salah. Tentang kamu dan aku, tentang waktu yang pernah kita lalui, sedikitpun tidak berarti apa-apa. Karena dalam hidupku kamu juga bukan siapa-siapa." Mendengar jawaban pahit yang terlontar, tanpa menjawab satu kata ia diam seribu bahasa akan sejuta luka yang dipeluknya. Dengan tatapan nanar, pandangannya kembali tertuju pada tuts piano. Jemarinya mulai bergerak lincah lagi, membuat susunan nada yang indah namun terdengar menyedihkan. Sonata No. 14 in C-Sharp minor, op 27 no.2 "moonlight".
All Rights Reserved
#842
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BALADA KEHIDUPAN
  • Dalam Diam | Hiatus
  • LIFE, FAMILY and LOVE ?
  • GRIZLEN {On Going}
  • NOESIS [END]
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]

Tentang balada kehidupan Setiap orang tentu mempunyai cerita atau kisah hidup yang unik,bahagia, atau mungkin memuakan, tapi itu lah hidup bak drama yang tak berkejelasan dan sukar untuk ditebak, namun dibalik itu kisah masa lampau selalu menjadi topik yang renyah untuk di bahas dikemudian hari, entah itu dibahas dengan pemeran yang ada dalam kisah itu atau mungkin sebagai dongeng untuk pengantar tidur anak anak kita,misalnya. Kisah ini bukan lah kisah yang akan membuat berdecak kagum atau memberi kalian sugesti untuk menjadi lebih baik (kalau pun kalian menjadi lebih baik setelah membaca buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih). Namun kisah ini akan mengantar kalian kembali ke masa masa yang (mungkin) pernah kalian alami sendiri. Ulam tawa semesta adalah nama seorang manusia yang terlahir dari keluarga sederhana, menjalani masa kecil dengan penuh kebahagian, kasih sayang orang tua yang tak terhingga untuknya menjadikan dia seorang laki laki sedikit manja dan cengeng, memasuki usia remaja berbagai macam kenakalan remaja sudah dicicipnya, perkelahian dan tawuran seolah olah sudah menjadi olahraganya sendiri, meskipun begitu, otaknya terbilang cerdas dengan dibuktikan peringkat kelas selalu berada ditangannya, menjadi mahasiswa dan menjelma menjadi aktivis "kiri" semakin menjelaskan untuk apa dia hidup, perjudian,pertemanan,percintaan, dan kehilangan orang tersayang mewarnai jalan hidupnya, namun tuhan selalu punya kejutan untuknya, yang berhasil membuatnya selalu berucap syukur. Pesanku, ketika kalian membaca buku ini sebaiknya jangan sedang mengemudikan mobil, sebab aku tak mau buku ini di kambing hitamkan apabila kalian menabrak tiang listrik, tapi kalau mobil kalian sudah memakai sistem driver-assistance, menurutku tak apa. Salam damai dan salam hangat dariku untuk kalian dimanapun berpijak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines