Bloody Night [END]

Bloody Night [END]

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2020
Hutan Everost adalah tempat di mana dua asing itu saling dipertemukan untuk pertama dan terakhir kalinya. Berawal dari sebuah pertarungan melawan sosok pengendali api dan rekannya yang dingin, Allerya---gadis manis berpita merah muda yang tak diketahui latar belakangnya---rela mengorbankan nyawa demi melindungi lelaki asing yang sebenarnya bukan siapa-siapa. Waktu itu, Allerya masih tak mengerti. Dia masih terlalu lugu untuk memahami risiko apa yang akan dia hadapi nanti. Hingga akhirnya, malam itu datang. *** [21/07/2020]
All Rights Reserved
#330
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Jilid I. Celena and The Born of New Sword [END]
  • Mausoleum [✔]
  • Crazier Things
  • King Of The Night
  • Penyihir Terakhir [ Buku 1 Puerro Series ] ADA DI GRAMEDIA
  • The Miracle Of Crystals
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Another World S2 [END]
  • Eira The Last Dhampir

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

More details
WpActionLinkContent Guidelines