Ghar-Pu
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
WpInfo
Fanfic
1Direction
"APA, PERJODOHAN?" Adinia berteriak membuat semua pengunjung di Cafe Dalgona memperhatikan kearah mereka. Adinia tidak habis pikir dengan sikap papahnya itu. Adinia tahu jika papahnya sudah memang mengharapkan dia menjadi gadis seperti pada umumnya. Tampil dengan sisi feminim dan juga bisa menjadi kebanggaan orang tua untuk melanjutkan perusahaan keluarga kelak. Tapi tidak seharusnya sang papah seperti ini! "Aku bingung sama jalan pikiran papah. It's oke, aku suka membangkang, urakan, bahkan sering bikin ulah di jalanan. Tapi gak harus gini pah!" "Terus papah harus bagaimana lagi Dias agar kamu mau meniruti papah? Papah mau kamu berubah! Tidak tampil urakan seperti preman pasar," Yoandri menatap anaknya tajam sambil tangan kanannya di atas meja. Adinia memutar bola matanya malas. Dia sudah benar-benar muak dengan sikap papahnya malam ini. "Pah, aku ini manusia merdeka! Tidak seharusnya papah mengekang aku terus menerus, bahkan dengan papah bersikap seperti ini, aku makin membangkang." Adinia menghela nafasnya perlahan "Aku hidup di zaman millennial, bukan di zaman Siti Nurbaya yang terpaksa dijodohkan karena orang tuanya terlilit hutang. Terserah papah, Dias capek pah." Adinia pergi meninggalkan restoran Dalgona dengan perasaan yang campur aduk. "Papah lebih capek, Dias!"
All Rights Reserved
#672
mahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • ANNISA {ON GOING}
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Aksara Lingga
  • Cansu
  • AILAH(END)✅
  • THE BAD BOY's AND BAD GIRL [LENGKAP!]

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines