Road to Omelas

Road to Omelas

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
"Omelas" Terlintas layaknya kedamaian, kebahagiaan, kebebasan. Terlihat layaknya mimpi dan harapan. Namun, ada banyak peperangan untuk menuju omelas yg kita inginkan. Ada banyak keraguan untuk memilih omelas seperti apa yg kita impikan. Harus rela keluar dari lingkaran kenyamanan. Walau sering menyiksa diri dan terus menerus berjinjit, sedang telapak kerap kali tertusuk duri. Membuat kita lelah, muak, ingin lari kembali. Hruskah kita berhenti? Tapi..bagaimana dengan kedamaian ? Bagaimana dengan tawa lepas yg kita angan- angankan? Bagaimana dengan omelas yg kita impikan? Haruskah kita melepasnya? Hidup dengan kepalsuan dan keraguan, mampukah kita?
All Rights Reserved
#38
quots
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Remembrance!
  • Ruang Rasa
  • Antara Aksara dan Kata
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • CELOTEH Dalam Diam Ku Menyapa
  • PROSPECT HEART (End)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines