'Thoi' [on going]

'Thoi' [on going]

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
'Thoi' adalah kisah tentang perjalanan seorang remaja awal yang terjebak dalam kekosongan hidup. Perjalanannya menuju sebuah pondok pesantren ternyata tidak menjadikannya sebagai insan yang dekat dengan Tuhan, malah sebaliknya ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dari kehidupannya. Kehidupannya berlanjut dengan kebebasan tanpa batas. Sebuah kesenangan yang hampa. Pertemanan yang tidak sehat, sistem pendidikan yang absurd, dan kecamuk hati yang datang secara prematur membuatnya limbung dan tidak yakin kemana hidup ini akan dilabuhkan. Hingga sebuah sistem pendidikan negara yang tidak masuk akal membuatnya bungkam dan khawatir dengan kelanjutan pendidikannya menuju sekolah menengah atas. Sebuah kekacauan yang membawanya kembali mengingat masa kanak-kanak serta kebodohan-kebodohan masa lalunya.
All Rights Reserved
#3
lillah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Resital Sunyi (End)
  • Me And His Hopes
  • Mystro {On Going}
  • Jodohku Yang Mana? [Sudah Terbit]
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Ghost in Pesantren
  • Pertemuan Dibalik Skenario Takdir Allah

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara

More details
WpActionLinkContent Guidelines