Metanoia

Metanoia

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Tetra Alamanda, masa SMA bukan sekedar euphoria kekanakan yang digemari para remaja. Bukan pula sekumpulan cerpen tentang patahnya hati yang sedang mekar. Masa SMA adalah masa penuh metamorfosa, dimana kelak, Tetra akhirnya akan menjelajah awan-awan kelabu. Terbang bebas, sejauh yang ia mau. Di sisi lain, Ghandy Kaivan menikmati masa SMA-nya dengan euphoria yang Tetra bilang kekanak-kanakan. Ia habiskan kertas putihnya untuk menulis cerpen-cerpen tentang gugurnya hati yang sedang mekar. Sebab, siapa yang tahu keganasan macam apa yang menanti Ghandy di dunia orang dewasa? Tetra mendamba kebebasan yang dijanjikan dunia orang dewasa, sedangkan Ghandy memilih untuk menjadi remaja dan hidup sebagai remaja. Lantas, akankah dua insan yang tak selaras namun sama-sama mendamba ini menemukan titik temunya?
All Rights Reserved
#401
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • The Special Class
  • A Y A N A (Revisi)
  • My Friend and My Bestfriend
  • Kelas A [End]
  • No Longer Mate
  • Cinta Dalam Diam
  • DEVIAN [END]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines