the cold lecturer is my husband

the cold lecturer is my husband

  • WpView
    Reads 620
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
"pak kenapa sih bapak gak pernah senyum"tanya lala "terserah saya"sahut altaf dengan nada dingin "kata mama lala senyum itu ibadah lo brati kalo bapak senyum pasti dapat pahala trus bapak tambah handsome deh"ujar lala polos disertai dengan senyum manisnya. "Dasar pengacau kenapa kehadiranmu mampu menbuat kehidupanku yang monoton yang awalnya sudah ku susun rapi semua jadi berantakan hanya karna gadis menyebalkan sepertimu yang slalu menggangguku" ~ radito altaf dirgantara "Kata mama hidup itu harus ngikutin apa kata hati kita. Karna hati tak akan pernah salah dalam memilih. Jangan hanya memikirkan egomu saja" ~ syakila ariana putri Mulai : 3 juli 2020 Selesai : - By : ........
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rahasia Sebuah Senyuman [End]
  • BENCI
  • ARGA [Completed]
  • Secret Admirer [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • My Illegal Boyfriend
  • SHEIRAZ PLAN ✓
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Rasa dan Harapan

[WARNIG! FOLLOW SEBELUM MEMBACA!] [Completed✔] ••• Aku Asyima Nuraini gadis berusia 16 tahun, gadis yang mempunyai senyuman semanis gula. Namun tanpa di sangka ia memiliki arti lain dalam senyuman tersebut, orang lain pernah menyangka bahwa Asyima adalah orang yang paling bahagia di dunia, namun semua orang salah, Asyima hanya menutupi diri yang sebenarnya dengan senyuman manis itu. ••• ~Dunia itu adil. Bukan hanya memberikan sebuah kepedihan, namun dunia juga memberikan sebuah kebahagiaan. ~ {Asyima Nuraini} ••• ~Yang jahat itu bukan orang lain, melainkan diri sendiri. Rasa gengsi dan ego selalu melekat pada diri sendiri, yang dapat mengakibatkan dampak buruk bagi orang lain.~ {Arga Putra Bharmastra} ••• ~Kata orang lelaki lebih menggunakan pikirannya, tidak dengan perasaannya. Namun pernyataan itu salah. Diriku sebagai seorang lelaki selalu melibatkan perasaanku terhadap apapun yang terjadi pada kehidupanku.~ {Rey doang} ••• 17-10-21 #1-Salah

More details
WpActionLinkContent Guidelines