Thanks Iqbal [Hiatus]

Thanks Iqbal [Hiatus]

  • WpView
    Reads 9,554
  • WpVote
    Votes 1,197
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 29, 2021
Seorang cowok terbelit kisah kasih masa lalunya dan berusaha mengikhlaskannya. Namanya Iqbal, dia sedang berusaha Move On! Usahanya sangat keras untuk bisa terlepas dari bayangan kisah masa lalunya. Ia merasakan hal yang berdeda ketika bertemu dengan gadis cantik nan manis bernama Vanesha. Iqbal mencoba membuka hatinya kembali. . . . Vanesha gadis cantik nan manis yang baru saja putus dengan sang pacar. Ia harus rela memutuskan kekasihnya karena kekasihnya telah bermain belakang dengan wanita lain. Setelah bertemu Iqbal di sekolah baru, Vanesha merasa ada hal yang berbeda dalam dirinya. Ia merasakan hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. . . . Saat Iqbal sudah menyatakan perasaannya pada Vanesha, Vanesha tidak bisa menerimanya. Karena apa? Ikuti ceritanya! Then? ° Semoga suka dengan cerita ini :v bantu support ya:)
All Rights Reserved
#237
sasha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Rumit
  • TURBULANSI
  • INSIDEN
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Iqbaal Dhiafakhri [END]
  • Behaviour ×IDR ✅
  • I Adore You, Yes You!

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines