AFTER 19

AFTER 19

  • WpView
    Reads 1,189
  • WpVote
    Votes 485
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
[Hiatus] Bintang, gadis remaja yang masih mengenyam pendidikan SMA. Harus menghadapi skenario Tuhan tanpa figur seorang Ayah dan Ibu. Sebab, kedua orang tuanya meninggal saat Bintang dan Mentari masih kecil. Mentari? Iya, Adik kandung Bintang yang menambah warna kelabu dalam hidupnya. Hingga seorang laki-laki masuk dalam fase kehidupannya. "Aku rasa... kata-kata tadi lebih menunjuk kepada diri kamu sendiri... Biru." Suasana berubah menjadi hening. Kemudian laki-laki tersebut maju mendekat ke arahku. "Jangan pernah berani manggil gue dengan nama itu... Bintang." Klise. Itulah pendapat sebagian orang yang telah mengenal sosok Biru terlebih dahulu. Namun alasan dibalik larangan tersebut belum diketahui siapapun, kecuali Ayah dan kedua teman karibnya. Seperti apa kelanjutan kisah mereka? Penasaran? Come and get it in my first story! (Proses revisi setelah cerita tamat. Jika terdapat typo, kesalahan tanda baca, dsb mohon dimaklumi) Terima kasih💙 #4 Juli 2020
All Rights Reserved
#567
mentari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Hijrah Cinta
  • Lentera Biru [END]
  • LATTE : this is one for you [Completed]
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • ASTROPHILE
  • About Meet (COMPLETED)
  • Gue Santri [END]

Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." ©KaktusKelabu

More details
WpActionLinkContent Guidelines