We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
GANA
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dua remaja yang terjebak dalam Friendzone. Gana? Singkatan dari Gavin & Gina mereka bersahabat dari Kecil sampai beranjak dewasa pun masih bersama sama , orang-orang mengira mereka berpacaran karna dimana ada Gavin pasti ada Gina dan dimana ada Gina pasti ada Gavin karna mereka seperti permen karet sulit untuk dipisahkan. Hingga suatu kejadian yang mengubah mereka berdua menjauh dan saling membenci . mampukan mereka bedua menyatu kembali dan menyatakan perasaanya masing-masing? "Mulai belajar berteman tanpa melibatkan perasaan"-Gina "Pada akhirnya semua akan melangkah masing-masing. Sama-sama menjauh kemudian menjadi asing "-Gavin
All Rights Reserved
#675
cemburu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • SECRET OF SYERA (ON GOING)
  • My Friend Is My Crush (END)
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • EUFORIA✓
  • Friendzone Stuck
  • Andira [End]
  • ALEA (TAMAT)
  • SAMUDERA

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines