Tidings (on going)

Tidings (on going)

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Bagaimana jika seseorang dari masa lalu muncul kembali? Bagaimana jika pembalasan dendam dari masa lalu terjadi lagi? Bagaimana jika sejarah terulang kembali? . . . "Dan pada akhirnya aku akan tetap sendiri Putri Ra," "Apakah kau mendengarku Putri Ra? Jika benar.... Jika benar, tolong sampaikan pada orang orang yang telah menjadi korban dari kekejamanku dan pendahuluku..... Hikss... Termasuk kau Putri Ra." Pria itu masih menangis tersedu menyesali perbuatanya. "Terimasih Putri Ra, berkatmu... aku memercayai adanya Tuhan walau di detik terakhir hidupku." Masih terbaring tak berdaya. Pria itu mendongakkan kepalanya ke langit memohon kepada Tuhan sekaligus sumpah yang membuat awal dari sejarah ini. Dilarang mengambil hak cipta dengan cara menyalin untuk karya lain dan hal lainnya.
All Rights Reserved
#223
ksatria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Meikarta (END)
  • The Youngest Prince
  • Dua cangkir satu Meja
  • Amour Éternel [SUDAH TERBIT]
  • The Curse of Royal Blood |Nomin  ✔
  • Renjun- NCT DREAM
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓
  • Scelta reale (NOHYUCK vers) END
  • LOVE for the MAKNAE 2

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines