LangitPelangi

LangitPelangi

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 4, 2021
[FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA] Namanya Langit Aglar, memiliki tatapan setajam elang. Wajahnya datar, sedatar papan tulis tetapi juga sangat tampan. Banyak yang takut dengan cowok itu, karena tatapannya yang tidak pernah bersahabat. Irit bicara dan tidak pernah sekali tersenyum. Langit juga merupakan anak pemilik sekolah SMA Antariksa. Jadi jangan coba-coba untuk mencari perkara dengannya, jika tidak ingin dikeluarkan dari sekolah. Ada dua hal yang dibenci Langit. 1. Mengusik kehidupannya, 2. Menyentuh Pelangi-nya. *** "Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu." Pelangi menghitung jumlah pelangi di langit, senyumnya merekah. Menatap seseorang di sampingnya. "Cantikkan?" tanyanya kepada Langit. "Hmm" gumam Langit, matanya menatap Pelangi yang disampingnya bukan pelangi yang diatas. Pelangi cemberut, "Kok, hmm...doang sih?!" kesal Pelangi. Melihat Pelangi yang kesal, membuat Langit berpikir. Kemudian bergumam disamping telinga Pelangi. "Pelangi-nya Langit jauh lebih cantik." Pipi Pelangi merona, jantungnya berdegup kencang. *** Sabtu, 4 Juli 2020. Tertanda SUYYU.
All Rights Reserved
#390
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹]
  • Fall Into You [ end ]
  • KEIZAβœ” [END]
  • Langit Senja [end]
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [Endβœ“]
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]
  • Langit Menanti Senja[Completed]
  • LANGIT (On Going)

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines