Oh My Primadona

Oh My Primadona

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 10, 2021
[Sebelum dibaca, harap follow terlebih dahulu] Nama, tempat, dan penokohan dalam cerita ini hanyalah fiktif. Apabila ada kesamaan, mohon dimaafkan. Sekian dan terima kasih. ««« "A...Ayah," ucapnya terbata-bata. "Iya Nak, ini Ayah. Maafkan Ayah yang tidak bisa menjaga kamu lebih lama. Ayah mau pamit sama kamu, ikhlaskan kepergian Ayah ya. Sebagai gantinya, Ayah kasih kamu kalung ini, ini kalung turun-temurun dari nenek buyut kamu. Semoga kamu bisa jaga diri baik-baik. Sampaikan salam Ayah ke Bunda dan Adikmu." "Enggak Yah, Ayah nggak boleh pergi. Nanti siapa yang menenangkan aku waktu malam, siapa yang bakal marahin aku, pokoknya Ayah nggak boleh pergi. Kenapa sih, aku bisa melihat Ayah dalam keadaan ini. Aku nggak bisa Yah, aku harus gimana dong, aku takut melihat Ayah seperti ini," ucapnya menahan isakan. "Kamu nggak boleh takut Nak, dengan memakai kalung ini kamu bakal terlindungi dari gangguan mereka." memakaikan kalung ke leher Sita. "Ayah pamit dulu ya." Kakinya melemas, "Jangan Yah, hiks... hiks... hiks." »»» •.• Welcome to OMP and Happy Reading •.• Jangan lupa kasih vote, comment dan share ke teman-teman kalian ya. Salam sayang dari author 😘
All Rights Reserved
#56
daffa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • Abu Abu [ completed ]
  • WHO ?
  • Kelas A [End]
  • Because I'm Stupid (End)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines