Story cover for GOODNIGHT & GOODBYE by AVORENS
GOODNIGHT & GOODBYE
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 5
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 5
Ongoing, Unang na-publish Jul 04, 2020
Jika bisa memilih takdir. Liviana pasti akan memilih hal yang baik saja. Sejak kecil dia ditinggalkan oleh orang terdekatnya. Hidup yang tak menyenangkan dekat dengannya hingga dia bertemu dengan orang-orang baru dalam hidupnya yang membawanya semakin membenci takdir.
All Rights Reserved
Sign up to add GOODNIGHT & GOODBYE to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 8
Meraih Cinta Suamiku cover
THE PRINCE OF HURT cover
STARLIT REVERIES cover
Memilih mu  cover
CERITA tanpa EPILOG cover
Komandan Tampanku cover
Destiny (TAMAT) cover
My Bride 2 (Tamat) cover

Meraih Cinta Suamiku

48 parte Ongoing

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."