Auriga: Ingatan dalam Cincin

Auriga: Ingatan dalam Cincin

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 12, 2021
"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang berbeda?" Gadis itu menautkan alisnya pertanda ia sedang bingung, ia hanya diam menunggu pria dihadapannya melanjutkan kalimatnya. "Mari berteman tanpa harus berkenalan," Pria itu tersenyum penuh arti, membuat gadis itu penasaran dengan isi otak pria ini, apa yang dia pikirkan? "Dan kita hanya boleh berkenalan saat kita akan berpisah nanti." *** Ingatan Auriga telah menghilang bersamaan dengan hilangnya cincin pemberian ibunya. Cincin yang begitu berharga, bahkan ia tidak pernah melepaskan sedetikpun cincin itu dari kalungnya. Setelah ingatannya sedikit kembali, Ia terus berusaha mencari cincin itu kemanapun -- tentu saja dengan bantuan assistennya-- , namun pencarian itu berakhir saat bertemu dengan Lunar. Cincinnya ada pada gadis itu! Auriga mendekati Lunar agar mendapatkan kembali cincinnya. Namun seiring berjalannya waktu, Auriga mendapati fakta bahwa Lunar memiliki rahasia yang berhubungan dengan cincin itu, dengan masalalunya, dan dengan perasaannya.
All Rights Reserved
#43
liburan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Moonlit Shrine of Secrets
  • mata atta ne, my dearest [Ryoji x Minako/Hamuko/MShe] [Persona 3 Fanfiction]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • FATAMORGANA
  • Sister or More
  • The Chance
  • My Lovely Super Hero
  • Candlelight (HIATUS)
  • Awan Abu-Abu [END]

Di puncak gunung yang terlupakan, berdiri sebuah kuil tua yang hanya muncul saat bulan bersinar penuh-sebuah tempat di mana sihir kuno masih bernafas, dan rahasia masa lalu tertulis pada batu-batu yang membisu. Di sanalah tinggal Miko, gadis kecil setengah rubah, penjaga abadi kuil yang tak terikat waktu. Tubuh mungilnya menyimpan kekuatan yang bahkan tidak ia pahami sepenuhnya. Ia lebih sering muncul sebagai rubah putih kecil yang menyendiri di bawah pohon sakura tua, menatap langit dengan tatapan kosong. Hao, seorang remaja yang hidup di desa bawah kaki gunung, selalu datang ke kuil itu. Ia tidak pernah bertanya kenapa, hanya merasa damai saat berada di sana. Mereka bertemu-selalu dalam sunyi, selalu dalam bentuk rubah. Hao tak pernah tahu bahwa rubah kecil yang duduk di sampingnya itu bisa bicara, bisa merasa. Miko pun tidak pernah menunjukkan siapa dirinya. Hubungan mereka tetap sederhana: dua jiwa yang tenang di tempat penuh rahasia. Namun, dunia tak selamanya tenang. Saat bintang jatuh melintasi langit dan gema mantra kuno mulai bangkit dari dalam kuil, Miko dan Hao harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua rahasia bisa disembunyikan... dan beberapa di antaranya memilih untuk bangkit sendiri. Karena di kuil yang hanya muncul saat bulan memanggil, sihir tidak hanya hidup-ia menunggu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines