Auriga: Ingatan dalam Cincin

Auriga: Ingatan dalam Cincin

  • WpView
    LECTURAS 167
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadConcluida lun, abr 12, 2021
"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang berbeda?" Gadis itu menautkan alisnya pertanda ia sedang bingung, ia hanya diam menunggu pria dihadapannya melanjutkan kalimatnya. "Mari berteman tanpa harus berkenalan," Pria itu tersenyum penuh arti, membuat gadis itu penasaran dengan isi otak pria ini, apa yang dia pikirkan? "Dan kita hanya boleh berkenalan saat kita akan berpisah nanti." *** Ingatan Auriga telah menghilang bersamaan dengan hilangnya cincin pemberian ibunya. Cincin yang begitu berharga, bahkan ia tidak pernah melepaskan sedetikpun cincin itu dari kalungnya. Setelah ingatannya sedikit kembali, Ia terus berusaha mencari cincin itu kemanapun -- tentu saja dengan bantuan assistennya-- , namun pencarian itu berakhir saat bertemu dengan Lunar. Cincinnya ada pada gadis itu! Auriga mendekati Lunar agar mendapatkan kembali cincinnya. Namun seiring berjalannya waktu, Auriga mendapati fakta bahwa Lunar memiliki rahasia yang berhubungan dengan cincin itu, dengan masalalunya, dan dengan perasaannya.
Todos los derechos reservados
#16
ceritakuliah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • POISONED LOVE
  • My Lovely Super Hero
  • TACENDA
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing) | LEE HEESEUNG | KARINA
  • Candlelight (HIATUS)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • mata atta ne, my dearest [Ryoji x Minako/Hamuko/MShe] [Persona 3 Fanfiction]
  • The Chance

Kebaikan dan pertolongan yang diberikan gadis cantik itu membangun sebuah cinta yang kian lama menjadi obsesi dan menimbulkan rasa kepemilikan yang sering dikenal posesif. Ini menceritakan kisah cinta antara Allora Catherine dan Albara Morgan. Pertemuan mereka yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, membuat mereka saling merasakan cinta yang sudah lama hilang ditelan masa. Cinta yang diberikan oleh Bara, terus berlarut sampai menjadi belenggu obsesi, bahkan disertai dengan sifat posesifnya. Namun, Allora tak pernah menyadari cinta racun yang diberikan oleh Bara. Akankah lambat laun Allora sadar bahwa itu bukan cinta yang sehat? Dan akankah Bara terus menerus mendekap Allora dengan duri yang ia miliki? ◎◎◎◎ "Ah, tangan mu terluka, tuan. Sebentar, aku membeli dulu obat luka ya, tuan tunggulah disini." "Saya tak butuh bantuan anda, nona muda." ◎◎◎◎ "Kemarilah, baju anda terlalu terbuka, sayang." "Tapi aku suka iniii." Allora merengek. "Jika anda terus menerus membantah, tak perlu ikut. Tidurlah jika begitu!" "Emm, baiklah." ◎◎◎◎ ⚠️ Jika ada kesamaan nama tokoh, latar belakang, ataupun visual tokoh. Mohon maaf, mungkin itu hal yang tak disengaja. ⚠️ Karya ini murni, hasil permikiran saya sendiri

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido