Kadung Rindu

Kadung Rindu

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Antalogi puisi harian yang berisi kegundahan, rasa sepi, ketabahan, getir, cemas dan segala macam aspek yang dirasakan saat mengalami demam 'malarindu'. KADUNG RINDU yang berarti "terlanjur merasa rindu" diharapkan juga bisa menjangkau hati-hati perindu yang membaca jadi ikut terjebur ke dalam rasa yang tertuang dalam bahasa. Jangan lupa nge-vote dan tinggalkan krisarnya di kolom komentar ya gengs 😊💙 Insyaaallah, krisar yang membangun akan membantuku selaku penulis untuk bisa meningkatkan lagi kemampuan bercumbu dengan diksi dan menyempurnakan pemahaman bercinta dengan para makna 😁😝🙈 Semoga betah dengan semua karya Fatafila. Supaya ga ketinggalan yang baru disarankan buat 'Add to Library' atau masukin ke daftar bacaan kalian yah. Atau bisa juga Follow akun aku di sini, ntr aku folback 👌 Terima kasih buat semua apresiasi dan waktunya. Selamat menunaikan rindu. ✽✽✽✽✽✽💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙✽✽✽✽✽✽ Yang mau mampir ke IG juga bs, silakan ke @fatafila23
All Rights Reserved
#315
kumpulanpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Desahan Rindu
  • KIARA [End]
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Puisi Romantika Kuno
  • Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • don't hurt Lia (end)

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines