Kadung Rindu
  • Reads 147
  • Votes 7
  • Parts 4
  • Reads 147
  • Votes 7
  • Parts 4
Ongoing, First published Jul 04, 2020
Antalogi puisi harian yang berisi kegundahan, rasa sepi, ketabahan, getir, cemas dan segala macam aspek yang dirasakan saat mengalami demam 'malarindu'. 

KADUNG RINDU yang berarti "terlanjur merasa rindu" diharapkan juga bisa menjangkau hati-hati perindu yang membaca jadi ikut terjebur ke dalam rasa yang tertuang dalam bahasa. 

Jangan lupa nge-vote dan tinggalkan krisarnya di kolom komentar ya gengs 😊💙

Insyaaallah, krisar yang membangun akan membantuku selaku penulis untuk bisa meningkatkan lagi kemampuan bercumbu dengan diksi dan menyempurnakan pemahaman bercinta dengan para makna 😁😝🙈

Semoga betah dengan semua karya Fatafila. 
Supaya ga ketinggalan yang baru disarankan buat 'Add to Library' atau masukin ke daftar bacaan kalian yah. Atau bisa juga Follow akun aku di sini, ntr aku folback 👌


Terima kasih buat semua apresiasi dan waktunya. Selamat menunaikan rindu. 

✽✽✽✽✽✽💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙✽✽✽✽✽✽
Yang mau mampir ke IG juga bs, silakan ke @fatafila23
All Rights Reserved
Sign up to add Kadung Rindu to your library and receive updates
or
#60antalogi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rengkuh Rasa, Remuk Raga cover
Rembulan Yang Sirna cover
The Queen Sheyna (END) cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Buku Baru Untuk Kekasih Lama cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
Gus Arsya Is My Husband [Hiatus] cover
30 AKSARA MAHABBAH [ON GOING] cover
DIKSI SANSEKERTA cover
Back [ SAKURYO ]  cover

Rengkuh Rasa, Remuk Raga

59 parts Ongoing

Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** ©2025