Akulah Sang Janin (ASJ)

Akulah Sang Janin (ASJ)

  • WpView
    Reads 715
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2020
Ibu.. Tak peduli racun potassium chlorida mengguyur tubuhku ataupun cairan keras raksa memutus leherku aku akan tetap menyayangimu. Ibu.. Tak bisakah kau membiarkanku sebentar saja menghirup wangi kasturi bernama dunia?. Izinkan tangan mungil ini membelai wajahmmu dan menghapus setiap bening yang jatuh dalam genangan duka di matamu. Aku ingin bibir mungil ini belajar lebih banyak hingga aku bisa merapal namamu dengan jelas, I-B-U.
All Rights Reserved
#3
konflikrumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Serenity
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)
  • KETIKA CINTA BERTAHAN DALAM DO'A
  • Sell The Virginity [18+]✓
  • Terikat
  • MY  Hot Bodyguard (PROSES REVISI)
  • Obsessive My Ex (End)
  • Dear Imamku
  • Coffee Of My Life

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines