Flower Road

Flower Road

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2020
Apa rasanya hidup di dalam kondisi yang tidak pernah engkau pinta? Bukan, ini bukan cerita hidup seseorang yang semulanya bisa mendapatkan semuanya lalu menjadi terbalik 180 derajat. Namun, ini cerita tentang teman ku, seseorang yang tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan sebagai perempuan serta sebagai anak terakhir. Teman ku yang bodoh berharap bisa lepas dari dari titelnya sebagai "perempuan" yang juga tetap berlari melawan arus meski tubuhnya tercabik-cabik di lawan keadaan. Ia sepertinya juga tuli, seberapa keras pun dunia berteriak padanya dia tidak mendengar dan hanya terus berlari. Told ya, She is my friend.
All Rights Reserved
#3
being
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Kau Nyata?
  • Hujan di Hari itu
  • Antara Mimpi, Cinta, dan Harapan (SELESAI)
  • Skyfall✔
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • FOR MY LINTANG [Revisi]
  • Beautiful Sunshine
  • M E M O R Y  (On Going)
  • All The Small Thing

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines