Pétrichor

Pétrichor

  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsjaemin
Kamu, Ialah insan yang sering ada dan tak pernah luput dari pendengaran. Sebuah bentuk manifestasi rasa paling gaduh seantero tubuh, bisa kau tanyakan kepada netra juga denyut jantung yang menggebu dengan menggangapku manusia paling indah di bumi. Yaa, silih berganti, bahkan berkali-kali juga atmaku terengkuh sampai pelataran tahta harsa di atas gemawan. Aku masih memikirkanmu sampai sekarang. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku adalah orang yang sangat menyedihkan. Orang waras mana yang masih merindukan seseorang yang sudah tak dapat tergenggam? Diam beribu bahasa mengenang dirimu dan kenangannya, bagaimana bisa aku bertahan tanpa tangan pemilik ketukan dan pelukan paling hangat di milyaran penghuni galaksi Tentang kisah asmara antara aku dan kamu yang selalu kuharapkan. Tidak apa-apa jika aku kehilangan segalanya milikku, setidaknya aku bisa melihatmu dalam mimpiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • My dream is our story (NOMIN) ✿END✿
  • I WONT GIVE UP
  • Secret Love || Kevin Sanjaya (Cerita Tidak Dilanjutkan)
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Garis Singgung
  • F A T E |NA Jaemin|

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines