Pétrichor

Pétrichor

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Kamu, Ialah insan yang sering ada dan tak pernah luput dari pendengaran. Sebuah bentuk manifestasi rasa paling gaduh seantero tubuh, bisa kau tanyakan kepada netra juga denyut jantung yang menggebu dengan menggangapku manusia paling indah di bumi. Yaa, silih berganti, bahkan berkali-kali juga atmaku terengkuh sampai pelataran tahta harsa di atas gemawan. Aku masih memikirkanmu sampai sekarang. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku adalah orang yang sangat menyedihkan. Orang waras mana yang masih merindukan seseorang yang sudah tak dapat tergenggam? Diam beribu bahasa mengenang dirimu dan kenangannya, bagaimana bisa aku bertahan tanpa tangan pemilik ketukan dan pelukan paling hangat di milyaran penghuni galaksi Tentang kisah asmara antara aku dan kamu yang selalu kuharapkan. Tidak apa-apa jika aku kehilangan segalanya milikku, setidaknya aku bisa melihatmu dalam mimpiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI BALIK SENYUM MU ( Ginting )
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Garis Singgung
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • My dream is our story (NOMIN) ✿END✿
  • Mahligai Sunyi
  • Secret Love || Kevin Sanjaya (Cerita Tidak Dilanjutkan)

di balik senyum mu Ginting tepat di sana aku berada, tepat di tengah lengkungan indah bibir mu aku singgah. aku mau di sana selamanya bersama indah senyuman mu walau aku bukan alasan mu untuk tersenyum. ~Rena aku pernah gagal, aku pernah jatuh tersungkur sampai rasanya tak bisa untuk berdiri. aku hancur waktu itu. bahkan senyum pun aku tak sanggup. tapi kamu di sana kamu ada untuk kuatkan aku. mungkin kamu adalah alasan kenapa aku harus tersenyum. ~Ginting Ini seperti bermain petak umpet, kamu seolah mencari-cari bahagia ku. Sudah banyak tempat kau cari tapi kau tak kunjung menemukannya. Itu Karana kamu belum lihat di senyummu di sanalah bahagia ku bersembunyi kak Anthony ~ Gea Pemilik raga tak selalu jadi pemilik hati. Keberadaan ku hanya bagai langit mati seolah memiliki sang rembulan padahal sudah jelas sang rembulan terpesona pada keindahan senyum sang mentari. Emosi seolah berkata bodoh jika bertahan tapi hati terus berbisik sungguh aku masih sayang. Jadi tak akan ku biarkan siapapun merebut sang rembulan dari ku. ~ Jonathan

More details
WpActionLinkContent Guidelines