ALAN & ALIN

ALAN & ALIN

  • WpView
    Reads 16,360
  • WpVote
    Votes 1,090
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 5, 2021
"Alan Lo baru pulang...??"tanya Alin yang sedang duduk di sofa depan tv. Alan berjalan kearah sofa kemudian duduk sambil merangkul kembaranya. "gak bisa..na..pas..gue..Lan.."gerutu Alin sambil berusaha menyingkap tangan Alan. "gue kan sayang sama Lo.."ucap Alan sambil mengembungkan kedua pipinya. "Lan gue di keluarin dari sekolah..."kata Alin ringan biasa saja. "kali ini Lo buat masalah apa lagi Lin...??" tanya Alan pada Alin,Alan sudah terbiasa menyikapai kelakuan saudari kembaranya. cewek tomboy yang hanya punya teman cowok itulah Alin. "gue di panggil ke BK, gara-gara nyiram guru waktu di toilet,di ruang BK gue gak sengaja nyenggol komputer sekolah gara-gara dorong-dorongan gue gak cuma sendiri ke BK gue sama Gavin,dan alhasil tuh komputer jatuh dan pecah,gue nyenggol komputer dan Gavin nyenggol guci antik milik sekolahan.jadi ya hasilnya kita di keluarin dari sekolah deh" jelas Alin panjang lebar,yang membuat Alan menguap ngantuk seperti habis di dongengin. "gila ya Lo mau pindah sekolah kemana lagi Lo..??" "sekolah Lo.."ujar Alin sambil tersenyum. "ck.mampus...masalah gak kelar-kelar kalau gini caranya.." Alan menepuk keningnya. Alin hanya meringis sambil membekap Alan ke pelukannya.
All Rights Reserved
#458
playgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • KAY'S STORY
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Alinka's Story! [Completo]
  • BAD TWINS [Selesai]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Alantanisa
  • Secret In Silence
  • AL AL GANG [Complicated]
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines