A Love Without Reason

A Love Without Reason

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
Seorang gadis berinisial A disebut-sebut sebagai bucin berkelas yang menaruh perasaan kepada seorang Dean. Gadis itu adalah Aniq Syakila, bukan tanpa alasan gadis ini digelari bucin elite. Ia adalah anak kelas bangsawan pemilik wajah rupawan namun diantara sekian banyak fanboynya Ia justru melabuhkan asa pada seorang pemuda kelas menengah dengan tampilan biasa tak banyak gaya namun berhasil menyita seluruh perhatian dan cinta gadis berwajah datar itu. Aniq terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah namun kini ia harus berjuang dalam mendapatkan sejumput perhatian si Introvert Boy Dean. Bagaimanakah kisah pertemuan dua insan berbeda jenis itu? Saksikan petualangan hati keduanya dalam cerita "A Love Without Reason"
All Rights Reserved
#451
dean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendship In Love
  • don't get into the trap 2
  • The Beauty Inside(Complete)
  • AHDH (Arti Hadirmu Dalam Hidupku)
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina
  • RUANG RINDU
  • ALTARSYA

"Anisa hari ini kamu cantik buangetttt, pakek u tripel t lagi." Rayu Alif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak kebaperan atau ngeflay karena dia atau betul sifat sahabatnya, kalau ada maunya pasti memuji. Kebiasaan yang terhaqiqi. "Dari dulu."ketus Nisa dengan raut muka datar alias biasa-biasa saja. "Tapi sayang Tollloollll L nya tripel tripel." Kata Alif sambil menekan kata Tollol pada kalimatnya. "Loe tu yang begog, kalau gue gak tolol mana mau gue sahabatan sama Alien nyasar kaya loe." Jawab Nisa sambil menjitak kepala Alif saat kata Begog. Mereka memang sahabat yang konyol dan aneh. "Sialan loe." Melihat makanannya dan makanan Reza sudah habis, Alif berdiri untuk kembali. "Za ayo cabut, mbak min nanti yang bayar makanan Alif sama Reza Anisa ya. Soalnya dia baru ulang tahun." Setelah berbicara panjang lebar kali tinggi ditambah volume eh maksudnya setelah berbicara Alif langsung pergi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anisa. "oke." Jawab mbak Mina Uhuk-uhuk Mendengar kata-kata yang dilontarkan Alif, Anisa langsung kesedak saat minum. "Ati-ati dong kalo minum." "Alien, awas aja loe ya." Teriak Anisa kencang. Dia baru sadar kalau jadi sorotan mata para pengunjung lainnya. Tapi dia tetap tidak peduli. "Emangnya loe ulang tahun Nis? Bukannya masih lama ya?" Tanya Nafisya dengan nada polos. "Ya Allah kenapa engkau beri aku teman sepintar ini?" Mendengar dumelan Anisa, Nafisya hanya tersenyum kecil. "Alif itu lagi ngerjain gue." Dumel Anisa sambil berdiri merogoh sakunya. "Berapa mbak?." Tanya gadis itu kepada mbak Mina. "Sekalian sama Alif Reza kan?" Tanya mbak Mina. "Iya." Baca selengkapnya:")

More details
WpActionLinkContent Guidelines