30 Days with You

30 Days with You

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
Kukira, semakin dewasa itu lebih menyenangkan dari masa kecilku. Ternyata tidak seperti yang kukira. Semua yang kumiliki hilang secara perlahan. "Bagi anak perempuan, ditinggalkan ayah adalah patah hati terhebat, karena ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuan." -Adora Anindita Keisha- Saat itu juga, aku merasa dunia tak berpihak kepadaku. Sampai aku bertemu seseorang yang mampu mengubah duniaku dan karenanya, aku belajar menjalani hidup dan mengikuti takdir-Nya. "Tetaplah semangat karena hidup terus berjalan." -Alfian Derry Fransakti- "Tak usah takut apalagi bimbang ketika kamu menghadapi masalah. Tenang, bahuku akan selalu menjadi tempat bersandar untukmu dikala susah maupun senang." -Alfian Derry Fransakti- Ditulis oleh : 1. @Auliazella 2. @Yuueka208 3. @Winadiaardn 4. @dianhaerany_ 5. @mahluk bernafas 6. @Riskaahwa45 @copyright2020
All Rights Reserved
#965
memori
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • STORY OF ZARA
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • My Sunshine
  • GILANG [SUDAH TERBIT]
  • BE WITH YOU (END)✔
  • save me
  • With You 나는 행복하다

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines