Gata dan Harsa

Gata dan Harsa

  • WpView
    Leituras 33
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jul 15, 2020
WpInfo
Fanfic
1Direction
Kesendirian ini membuatku terbungkam kala nestapa dihampiri oleh masa-masa kelam. Di manakah orang-orang yang selama ini kusayangi berada? Di manakah Engkau Ya Rahman? Di manakah Engkau Ya Rohim? Di manakah Engkau Ya Malikal Mulk yang memiliki kekuasaan, kerajaan atas yang ada di langit dan bumi ini? Di manakah Engkau? Kala Tertikam, terpanah dan terperangkap bisikan insan tercipta torehan luka. Hardikan, cacian, seolah masih terniang bersama suara gelak tawa. Tawa bahagia mereka, yang menyayat membuatku terluka. Aku yang kerap terperangkap dalam sunyi. Hanya berani berbicara pada Tuhan. Malam. Malam yang sepi. Waktuku berdialog kepada-Nya. Mengadukan segala keluh kesah. Hatiku menjerit bak meminta keadilan. Air mataku terus bercucuran bak menjadi saksi atas sakit yang kuderita. "Tuhan, maafkan aku yang selalu menganggapmu tak adil. Padahal sudah pasti, Kau Maha Adil." __*__ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! ©copyright2020
Todos os Direitos Reservados
#6
aal
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Dia dan Doa
  • senja di matamu
  • Javas Drexzer [END]
  • Fatamorgana Cinta
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • ANGEL
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Full Of Scratches
  • Ad Meliora || END✓

Baru pertama kali petualang ke gunung niatnya melepas penat, eh malah hampir jatuh ke jurang. Untung aja selamat, tapi malah berakhir lebih parah di suruh nikah dalam keadaan ngawur. "Aduh, Ya Allah hamba masih banyak dosa dan sering nakal sama orang tua. Belum rasain nikah juga. Jangan engkau cabut nyawa hamba dengan tragis begini."ucap gue panik sambil memegang ranting erat sambil sesekali berteriak keras meminta tolong berharap ada yang mau tolongin gue. "Oke lo tenang dulu. Tarik napas dulu rileks. Habis itu pegang tangan gue erat."ajak Mas Reza ke gue dengan memenangkan. "Ini gue mau mati Mas. Gak bisa tenang woyy. Gue belum rasain nikah nih."balas gue ngegas padahal masih tegang antara hidup dan mati. "Pegang erat cepat."bujuk Mas Reza ke gue yang akhirnya gue berhasil meraih tangan Mas Reza. Brukkk "Astaghfirullah. Dasar anak muda zaman sekarang, sempatnya di hutan berbuat mesum. Kalau begitu kalian wajib di nikahkan sekarang! Jangan sampai nenek moyang leluhur di sini murka." "Yaelah Pak. Saya ini hampir aja mati di jurang. Saya saja gak ada hubungan sama Mas ini." "Pokoknya kalian harus ikut kami sekarang juga! Sebelum itu hubungi keluarga kalian!" SAH..!!! Seketika dunia kejombloan gue berakhir dengan nikah di desa terpencil tanpa wali orangtua gue. Berakhir purna sudah masa lajang gue bersama Mas Reza yang kalemnya masyaAllah dan cerdasnya kebangetan. Cerita ringan konfliks ya gengs😎 Yuks baca tambahkan ke perpustakaan kalian. Bila berkenan beri vote dan komentar bijak. Terima kasih🤗 Asli karya sendiri anti plagiat dan tidak menerima karya ini diplagiat! Start : 16 Juli 2020 Finish : 7 Oktober 2020

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo