Gata dan Harsa

Gata dan Harsa

  • WpView
    Membaca 33
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 15, 2020
Kesendirian ini membuatku terbungkam kala nestapa dihampiri oleh masa-masa kelam. Di manakah orang-orang yang selama ini kusayangi berada? Di manakah Engkau Ya Rahman? Di manakah Engkau Ya Rohim? Di manakah Engkau Ya Malikal Mulk yang memiliki kekuasaan, kerajaan atas yang ada di langit dan bumi ini? Di manakah Engkau? Kala Tertikam, terpanah dan terperangkap bisikan insan tercipta torehan luka. Hardikan, cacian, seolah masih terniang bersama suara gelak tawa. Tawa bahagia mereka, yang menyayat membuatku terluka. Aku yang kerap terperangkap dalam sunyi. Hanya berani berbicara pada Tuhan. Malam. Malam yang sepi. Waktuku berdialog kepada-Nya. Mengadukan segala keluh kesah. Hatiku menjerit bak meminta keadilan. Air mataku terus bercucuran bak menjadi saksi atas sakit yang kuderita. "Tuhan, maafkan aku yang selalu menganggapmu tak adil. Padahal sudah pasti, Kau Maha Adil." __*__ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! ©copyright2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#319
doa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Javas Drexzer [END]
  • Fatamorgana Cinta
  • Kisah Hidup Araya
  • senja di matamu
  • ANGEL
  • Restu Tuhan
  • Ad Meliora || END✓
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • My Sweet Polar Husband [End]

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan