True friend

True friend

  • WpView
    Reads 390
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2020
"Kamu pilih persahabatan kita yang sudah kita lalui dari kita kecil atau cinta yang baru kemarin kamu kenal?. Ingat Lea, dulu bahkan kita pernah terpisah oleh keadaan secara tidak langsung, kamu tidak mempedulikan persahabatan kita dan lebih peduli dengan cintamu itu? Dia tidak baik untukmu Lea. Dan satu lagi, persahabatan tidak akan putus karena tidak diawali dengan kata jadian, ingat itu," kata Laura meluapkan segala unek-unek yang ada di dalam hatinya. Lalu meninggalkan Alea yang sedari tadi hanya terdiam. "Ara maafkan aku Ara, hiks aku egois. Aku melupakanmu dan lebih mementingkan perasaan cintaku terhadapnya. Maafkan aku Ara, hiks hiks. Aku menyesal," lirih Ara disertai tangisan saat melihat kekasihnya bermesraan dengan teman sekelasnya.
All Rights Reserved
#208
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • KETOS x KETUS pt.I [END]
  • Just Friend, not more [COMPLETE!✔]
  • Maafkan Aku
  • Relove [SUDAH TERBIT]
  • Bintang Tersembunyi(COMPLETED✔)
  • Hanya Sebatas Teman?
  • Maaf' (Revisi)
  • Friendzone

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines