Sebuah Khayalan ( Selesai )

Sebuah Khayalan ( Selesai )

  • WpView
    LECTURES 1,189
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadTerminé mer., août 26, 2020
Semua yang ingin diutarakan segera diutarakan jangan dipendam, meskipun pada akhirnya nanti akan bahagia atau sedih dalam menerima sebuah jawaban. Setidaknya kamu berusaha untuk tidak berbohong kepada diri kamu sendiri. Ini hanyalah sebuah dunia khayalan yang tak mungkin berujung nyata. Hanya saja dalam hal ini keberuntungan tidak berpihak kepadaku, aku hanyalah satu diantara sepuluh orang yang bernasib buruk dariapada yang lain. "KHAYALAN" Salam Author.
Tous Droits Réservés
#8
lifequotes
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hopeless
  • Strong Girl Michella (END)
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Your Memories[End]✔
  • Buku Diary Dalam Rumah Kayu ( Tamat )
  • Unspoken Feeling
  • FABULA AMORIS
  • RAPUH!
  • sebenarnya kita itu apa?
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu