KEYRA
  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
Bagaimana rasanya diasingkan oleh keluarga sendiri? dibeda bedakan dengan saudara tiri?. Semuanya bermula ketika sang ibu meninggal, ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita beranak 1 yang usianya terpaut tidak jauh dengan dirinya. awalnya ibu tiri dan saudaranya berlaku baik kepadanya tapi hari demi hari kelakuan mereka nampak lebih kejam disaat ayahnya pergi bekerja. bak diperlakukan seperti pembantu, kadang juga difitnah didepan ayahnya sendiri hingga sang ayah tak lagi perduli kepadanya. Kesengsaraan keyra tidak hanya dirumah, di sekolah pun dia bahan buly teman temannya. Dan bagaimana menurut kalian mencintai seseorang yang mustahil akan mencintai kalian juga? ya, keyra mencintai kakak kelas yang latar belakangnya berbeda dengan keyra, sifat arogan, king bulying, dan juga most wanted disekolahnya. akankah cinta dan hidup keyra akan bahagia kedepannya? kuy baca, mohon maaf typo bertebaran. penulis amatiran ya. (salam kaum kentang:v)
All Rights Reserved
#84
bulying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Bertumpu
  • Sejenak Luka
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Diary Depresiku
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • MIRROR DEVIL
  • HIDDEN I (The End)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines