Story cover for Askara jogja  by Jinggalara
Askara jogja
  • WpView
    LETTURE 382
  • WpVote
    Voti 33
  • WpPart
    Parti 13
  • WpView
    LETTURE 382
  • WpVote
    Voti 33
  • WpPart
    Parti 13
In corso, pubblicata il lug 07, 2020
Untuk kalian yang masih merasa belum selesai dengan masalalu-nya. Semoga kita menemukan kesamanaan pada cerita ini. 

***

Teruntuk Jogja, terima kasih telah menemukan ku padanya. Terima kasih sudah bersedia menjadi tempat ku berproses. Pula, terima kasih atas segala kenangan yang tidak akan pernah ku gadai pada apapun. 

Askara, terima kasih pula sudah bersedia menjadi bagian penting dari cerita ini. Terima kasih atas waktu-waktu, kesedihan, pun tawa. Terima kasih pula atas kebersamaan yang tidak pernah aku sesali. 

Satu detik setelah tulisan ini ku tulis, percayalah lah. Aku masih mencintaimu, Askara.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Askara jogja alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#251jingga
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Yogyakarta Mendarah di locematcha
22 parti In corso
❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
Désolé cover
Yogyakarta Mendarah cover
ALEYA~~ cover
Aku Tetap Menunggumu cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
Who's he. . .?[Complete] cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover
Nadi Akhir Luka cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover

Désolé

26 parti Completa

Maaf atas segala kesalahan yang tak pernah ku perbuat Terimakasih telah menjadi warna dalam hidupku Terimakasih pernah manyayangiku Selamat tinggal untuk itu Aeleasha