We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAIN<雨

RAIN<雨

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Langkahnya terhenti... menatap nya dengan waktu yang tidak singkat hingga lelaki tampan itu terheran. Siapa dia? berani sekali menatapnya dengan mata tajam. Bahkan lelaki itu terkejut melihat bola matanya memutar saat lelaki itu menatapnya. Ia berjalan melewati nya hingga kepala lelaki tinggi itu berputar melihat nya kebelakang. Siapa gadis itu, berani sekali membuat ia jatuh hati. Namun saat lelaki itu mencoba mendekat rasanya sangat mustahil untuk mendapatkan nya. Tidak menyerah, lelaki itu terus mengejarnya. Akan kah gadis dingin itu akan luluh dibuatnya? ikutin....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay With Me  [On Going]
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Rainangkasa [TERBIT]✅
  • EPIPHANY
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • DEAR LOVE
  • Dear Anonymous

"Senior..!" Teriak seorang gadis remaja dengan begitu kencang. "Senior..!" Tambahnya lagi, tak kalah nyaring dari sebelumnya. Namun tetap saja, pemuda tampan yang sedari tadi berjalan menjauh dari gadis belia tersebut, berpura-pura tuli dan enggan berbalik. Tak mendapat respon dari seseorang yang saat ini tengah ia teriaki gelarnya, gadis cantik dengan wajah Asia tersebut menggeram kesal. "Arsya Raysent.!" Teriaknya penuh amarah Seketika, langkah kaki yang tadinya enggan berhenti. Akhirnya memilih untuk diam. Dengan segera, pemuda tampan tadi berbalik guna menatap seseorang yang saat ini tengah meneriaki nama nya dengan begitu tidak sopan. Nampak, ia menarik nafas kasar sembari memejamkan matanya singkat. Dan pada detik selanjutnya, mata hazel yang lebih dominan berwarna coklat terang tersebut, perlahan kembali memilih untuk terbuka. Dan kembali menatap gadis yang saat ini berada cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri sekarang. Namun kali ini, mata hazel itu nampak menatap nyalang. "Jangan melewati batasan mu, kau sungguh tidak sopan.!" Geram pemuda tampan tadi "Jika dengen melewati batasan ku, kau bisa memperhatikan ku. Maka akan ku lewati semua batasan-batasan itu" Balas gadis remaja itu dengan berani, kali ini sebuah senyum nampak mulai jelas terukir pada wajah cantik tersebut. Sungguh, Arsya begitu kesal dibuatnya. Namun pemuda itu memilih mengakhiri semua ini, tak ingin memperpanjang kerunyaman yang ada. Dengan segera Arsya kembali berbalik dan melangkah pergi. Entah pada langkahnya yang keberapa, Kembali, gadis bernama Adinda tersebut berteriak lagi. "Aku bersumpah, akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Teriaknya kencang. Mendengar hal itu, Arsya pun menggeram singkat di tengah lalu nya saat ini. "Bermimpi lah, karena kau sama sekali bukan tipe gadis idaman ku" Balas Arsya masih dalam lalu nya yang enggan berhenti. "Kita lihat saja nanti.! Kau, atau aku yang akan menang.!" Teriak Adinda lagi dengan nafasnya yang memburu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines